karya Enrico Alamo S.Sn,M.Sn
“Berawal dari pelacakan cerita Orang Rantai di Sawahlunto adalah, program kajian
dan penelitian tentang cerita-cerita rakyat di Sumatera Barat, bersumber
dari legenda maupun peristiwa yang membekas
dihati masyarakat. Dari kegiatan penelitian ini dirangkum menjadi satu
dokumentasi yang kemudian dilanjutkan menjadi teks teater yang berujung pada pementasan
teater berbasis gerak (silat dan mime).
Orang Rantai adalah sebuah kisah tentang para tahanan berbagai kasus: kriminal,
tahanan politik, maupun lainnya yang didatangkan dari berbagai kota di
Indonesia terutama Pulau Jawa.
Kejadiannya pada masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1880
awalnya buruh kontrak didatangkan dari Jawa, Singapura, Penang dan, Cina
melalui iklan surat kabar kemudian karena kurangnya tenaga didatangkan para
tahanan kriminal maupunpolitik dipekerjakan di tambang Batubara tersebut dengan
penuh kekerasan tanpa prikemanusiaan. Sementara para tahanan ini telah
menghasilkan ribuan ton batubara setiap harinya yang dibawa keberbagai kota di
Indonesia dan luar negeri. Banyak keuntungan didapatkan oleh Pemerintah Belanda
dari pertambangan ini namun para pekerja yang paling banyak dari tahanan ini
tidak diperhitungkan imbalan maupun gajinya. Berbeda dengan buruh kontrak. Bahkan
sangat banyak para pekerja yang mati dalam pekerjannya dan sebahagian besar mayatnya
bercampur dengan batu-batu pertambangan. Mayat-mayat yang dikuburkan hanya dibuatkan
batu nisan sesuai nomor urut tahanan, pekerja tersebar tersebar diberbagai
hutan.
BATU
karya Enrico Alamo S.Sn,M.Sn
Sutradara : M Hibban Hasibuan
Angga Pratanata
Aktor : Angga Pratanata
M Hibban Hasibuan
Ikhsan Haryanto
Melissa Zasna
Selpi Gusmiati
Pemusik : Hang Bakabau
Dri Astria
Sandi Bagus
Artistik : Ikhsan Haryanto
Ligthing : Enrico Alamo
Kostum : Melisa Zasna
Make Up : Selpi Gusmiati









